Kam. Okt 22nd, 2020
Thomas dan Uber Cup Ditunda, Asia Malah Jadi Sasaran Kritik

Asosiasi Bulutangkis Dunia atau BWF telah resmi menunda kembali turnamen Thomas dan Uber Cup 2020. Keputusan ini berkaitan dengan keputusan sejumlah negara termasuk Indonesia, mundur dari turnamen tersebut.

Keputusan BWF ini disambut baik beberapa negara, akan tetapi di satu sisi malah mengundang kritik dan sinisme dari beberapa negara Eropa, termasuk Denmark yang rencananya jadi tuan rumah di ajang tersebut.

Media Denmark bahkan mengatakan bahwa kontestan-kontestan yang berasal dari Asia mengedepankan Ego mereka sendiri.

KRITIKAN DARI LEGENDA DENMARK

Hal serupa juga dituturkan oleh seorang legenda Bulu tangkis Denmark, Jim Laugesen. Bahkan, dia meminta BWF untuk tetap mempertimbangkan turnamen itu digelar meskipun Negara-Negara kandidat Juara seperti Indonesia dan China tidak ikut serta.

Sepertinya, Laugesen merasa kesal dengan ditundanya kembali ajang Thomas dan Uber Cup yang juga berbuntut pada penundaan kejuaraan lainnya, termasuk Denmark Open 2020.

Terkait dengan hal ini, pihak BWF sendiri mengakui bahwa negara-negara di Asia enggan mengambil resiko bepergian ke Eropa, meskipun angka pertumbuhan kasus Covid-19 di Benua Biru cenderung menurun.

“Situasi Covid-19 di Denmark memang sudah sedikit jauh lebih baik, namun ternyata itu tak cukup meyakinkan negara Asia untuk mau bepergian jauh apalagi ke Eropa,” tambahnya.

KRITIK JUGA DATANG DARI ASIA

Yang tak kalah menarik, kecaman tidak hanya datang dari Eropa, tapi juga dari Asia, dia adalah Vimal Kumar mantan pelatih Bulu tangkis.

“Apa yang telah dilakukan negara-negara Asia, sungguh mengecewakan. Tidak ada masalah besar di negara-negara ini, mereka mengadakan acara lokal di sana, jadi menarik dengan cara ini, merupakan kemunduran besar bagi olahraga ini,” ujar Vimal Kumar dikutip dari media hindustantimes.com.

Memang tak bisa dipungkiri bahwa tertundanya gelaran Thomas dan Uber Cup 2020 memunculkan perasaan kecewa. Namun, sepertinya BWF tidak bisa berbuat banyak, pasalnya China dan Indonesia adalah dua Negara yang membuat turnamen jadi lebih menarik untuk disaksikan.

error: