Sab. Okt 24th, 2020
Pasangan Marcus-Kevin Hanya Turun di Turnamen Penting

Persatuann Bulutangkis Seluruh Indonesia atau PBSI berencana hanya akan menurunkan pasangan ganda Putra, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya pada turnamen penting di tahun 2021 mendatang. Hal tersebut disebabkan padatnya jadwal kompetisi tahun depan.

Sebelumny, BWF selaku badan Federasi Bulutangkis dunia memang telah menunda beberapa turnamen besar bulutangkis seperti Thomas dan Uber Cup. Turnamen-Turnamen tersebut dijadwalkan ulang sampai tahun 2021 mendatang.

HINDARI JADWAL PADAT

Artinya, tahun 2021 nanti akan jadi tahun yang sibuk bagi para atlet cabor ini, karena ada banyak turnamen tertunda yang akan berlangsung di tahun tersebut. Belum lagi ada Olimpiade tokyo 2021.

Karena alasan tersebut, PBSI pun mengambil keputusan tegas bahwa pasangan ganda putra andalan Indonesia, Marcus-Kevin hanya akan turun di turnamen penting, seperti Olimpiade Tokyo.

Apalagi, kenyataannya pasangan ganda putra terbaik dunia tersebut sudah mengantongi poin yang cukup untuk ikut serta disana.

“Berhubung situasi pada 2020 tidak memungkinkan, memang banyak kejuaraan penting harus mundur ke 2021. PBSI bisa mengatur dari pengiriman pemain dan penetapan target, turnamen apa saja yang harus diutamakan.”

“Misalnya, Marcus/Kevin yang sudah pasti lolos ke Olimpiade tentunya akan kami daftarkan ke turnamen yang penting saja seperti All England, Indonesia Open, Piala Sudirman, Olimpiade, Piala Thomas.” kata Susy Susanti selaku Kabid Binpres PBSI kepada BolaSport.

HAFIZ-GLORIA MASIH BUTUH BANYAK POIN

Sedangkan untuk pasangan ganda campuran Hafiz dan Gloria memang masih butuh bermain di beberapa turnamen untuk meraih poin yang cukup.

“Lain halnya dengan Hafiz/Gloria (ganda campuran) misalnya. Mereka masih butuh poin ke Olimpiade sehingga harus mengamankan posisi dengan mengikuti banyak turnamen,” tandas Susy.

Sebelumnya, BWF telah menerangkan bahwa keputusan penundaan gelaran Thomas dan Uber Cup 2020 ditengarai fakta bahwa sejumlah kontestan, termasuk Indonesia telah menyatakan mundur.

PBSI menjelaskan bahwa tidak adanya jaminan kesehatan dan keselamatan bagi para atlet yang terlibat membuat mereka mundur dari ajang tersebut.

Meski begitu, bisa dipastikan bahwa Indonesia akan tetap ikut serta pada ajang Turnamen Asia di Thailand.

error: