Sel. Okt 20th, 2020
Para Legenda Bulutangkis Indonesia Masih Tunggu Jawaban Moeldoko

Sederet legenda Bulutangkis Indonesia yang termasuk diantaranya Susy Susanti, sampai saat ini belum mendapatkan jawaban dari Moeldoko terkait permintaan mereka kepada Kepala Staff Kepresidenan tersebu tuntuk menjadi Ketua Umum PP PBSI.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini sejumlah legenda bulutangkis Indonesia memang sempat minta Moeldoko untuk maju dalam bursa calon Ketua Umum PP PBSI.

Sejumlah legenda sepertiLiem Swie King, Christian Hadinata, Ivana Lie, Hariyanto Arbi, Rudy Hartono, Imelda Wigoena, Liliyana Natsir hingga Tontowi Ahmad secara terbuka meminta kepada Moeldoko untuk maju dalam bursa pencalonan ketua umum.

BELUM ADA JAWABAN

Keinginan tersebut mereka sampaikan dalam pertemuan di Jakarta pada awal bulan September lalu. Hanya saja, setelah pertemuan berakhir, Moeldoko masih belum memberikan jawaban pasti.

Bahkan sampai sekarang, sosok yang juga menjabat sebagai Panglima TNI tersebut masih belum juga memberikan jawabannya.

“Kami sudah minta Bapak Moeldoko tapi kan belum ada jawaban. Waktu itu kami sudah bertemu cuma beliau tidak mengiyakan tapi tidak menolak juga. Jadi sekarang masih menunggu,” kata Hariyanto kepada pewarta dalam sambungan telepon, Jumat (2/10).

MASIH SETIA MENUNGGU

Namun, para legenda tersebut masih tetap sabar menantikan keputusan dari Moeldoko. Hal tersebut dikarenakan mereka sangat percaya bahwa Moeldoko bisa jadi ketua umum yang sesuai harapan.

“Kami ajukan Bapak Moeldoko karena cinta olahraga bulutangkis. Beliau konseptor dan manajemennya juga bagus. Pernah menjadi pimpinan angkatan darat, pastinya bukan orang sembarangannya,” imbuh Hariyanto.

Sebagai informasi, PP PBSI memang berencana untuk melakukan Musyawarah Nasional (MUNAS) untuk menentukan ketua umum baru mereka pada Mei 2021 mendatang.

Jadwal awalnya sendiri sebenarnya akhir tahun 2020, namun akhirnya ditunda.

Nah, penundaan tersebut diambil setelah melihat kondisi pandemi Corona yang belum mereda sehingga pengurus PBSI tak bisa menyelenggarakan Munas secara langsung.

Pandemi Corona memang tidak hanya membuat rencana Munas tertunda, tapi banyak agenda lain yang merasakan dampak. Bahkan di pentas Interansional BWF sampai menunda semua turnamen di sisa tahun 2020 ini.

error: