Sel. Okt 20th, 2020
Lin Fangling

Lin Fangling merupakan salah seorang atlet bulutangkis spesal ganda yang sempat berhasil mengalahkan dua wakil Indonesia pada kejuaraan Bulutangkis Junior Dunia di tahun 2019 kemarin.

Gadis cantik ini lahir di Kota Wenchang, Hainan, China tepatnya pada tanggal 25 Februari 2001 silam. Artinya saat ini, Ling Fangling telah berusia 19 tahun.

SUDAH BERBAKAT SEJAK KECIL

Sejak berusia 5 tahun, Lin Fangling sudah menekuni olahraga bulutangkis, dia bahkan sudah masuk skuat Timnas Bulutangkis Cina di usia 16 tahun. Pada tahun 2019, Lin Fangling menjadi juara dunia Junior Bulutangkis setelah mengalahkan dua wakil Indonesia.

Dengan berbagai macam prestasi yang dimilikinya, Lin Fangling terpilih masuk ke Timnas Bulutangkis China pada tahun 2017 dan akhirnya memenangkan dua medali emas di Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2019 usai menumbangkan dua wakil Indonesia.

Yang bersangkutan sendiri mengakui bahwa sejak kecil dia memang sudah mencintai olahraga ini.

“Saya mulai bermain bulu tangkis saat saya berumur sekitar 6 tahun. Saya pikir itu menyenangkan saat itu,”

“Kemudian saya pergi ke Shanghai untuk mengikuti seleksi ketika saya berumur sekitar sepuluh tahun. Saat itu, saya menganggap bulu tangkis sebagai karir seumur hidup saya,” tuturnya sebagaimana dilansir situs olahraga Aiyuke.

LIN DANG SANG IDOLA

Sedangkan, saat berbicara mengenai sosok atlet idola, Lin Fangling mengatakan bahwa Lin Dang yang pensiun pada bulan Juli lalu adalah idolanya.

“Idola saya adalah Lin Dan, dan saya sangat suka menonton pertandingan Lin Dan, termasuk ketika dia berada di tim kedua sebelumnya, pada dasarnya saya akan melihatnya bermain,” jelasnya.

Sedangkan bagi Fangling, momen paling bahagia yang dia rasakan sejauh ini adalah saat menjalani debut di level senior pada ajang Macau Open di Malaysia.

“Momen yang paling membahagiakan adalah bermain di Macau Open, memenangkan sepuluh besar dunia untuk pertama kalinya, dan juga pertama kalinya bermain di turnamen dewasa setelah menjadi dewasa,”

“Saya sangat senang saat itu, karena saya khawatir dengan perjalanan pulang-pergi saya, dan itu adalah penegasan dari diri saya sendiri, karena saya bukan pemain dengan kepercayaan diri yang kuat,” pungkasnya.

error: