Ming. Des 6th, 2020
Lockdown Membuka Kembali Peluang Lefel di Tokyo

Badminton – Ada sisi baik dibalik penangguhan dari pertengahan Maret hingga Oktober karena pandemi virus corona, terutama bagi para pemain yang mengalami cedera menjelang Olimpiade Tokyo.

Emilie Lefel dari Prancis contohnya, ia telah melukai tendon Achilles di kaki kanannya setahun yang lalu, dan telah memutuskan untuk berhenti dari olahraga tersebut, karena dia telah memutuskan untuk tidak ikut serta dalam Olimpiade 2020.

Penangguhan dan penundaan Olimpiade memotivasi dia dan pasangan ganda putri Anne Tran untuk mencoba kembali.

“Dilihat dari segi mental itu terlihat sulit, bagi saya itu telah berakhir,” ucap Lefel soal cedera yang dideritanya selama latihan dalam seminggu setelah Prancis Open tahun lalu.

Lefel dan Tran memulai comeback mereka dengan finis di perempat final di DANISA Denmark Open 2020.

“Setelah Olimpiade itu saya ingin berhenti. Setelah cedera semuanya sudah berakhir. Saya ingin mengubah tujuan saya dan kembali ke Paris. Bagi seorang pemain, mengincar sesuatu itu hal yang penting. Saya tidak tahu apa lagi yang bisa saya lakukan. ”

Pasangan itu berada di peringkat 30 pada Race to Tokyo, memang menyukai kesempatan kualifikasi karena mereka adalah pasangan Eropa tertinggi nomor lima.

“Kecewa tentu kami rasakan, tetapi pada saat yang sama, dia melakukan semampunya dengan Achilles-nya, melakukan rehabilitasi dan fisioterapi setiap hari. Dia mendapat 100 persen di kualifikasi Olimpiade, tapi cedera itu terjadi. tidak mudah memang, namun kami tidak bisa berbuat apa-apa. ” ucap rekannya Anne Tran.

Jadi ketika berita datang tentang penundaan itu, Lefel dan Tran merasakan secercah harapan.

“Ketika kami tahu itu ditunda, saya bertanya padanya, apakah Anda ingin kembali? Apakah kamu ingin bermain lagi denganku? Dan dia menjawab ya. Dia juga sangat termotivasi, ”kata Tran.

Selama berjalannya masa penguncian, fisik Lefel berkumpul kembali secara perlahan, jauh dari tekanan persaingan.

By Etho

error: