Ming. Des 6th, 2020
Lamsfuss-Herttrich Tidak Akan Berpuas Diri

Badminton – Selama 49 tahun lamanya menantikan gelar, akhirnya Jerman mengakhiri penantian mereka dengan memenangkan gelar ganda campuran di Denmark Open setelah Mark Lamsfuss-Isabel Herttrich menundukkan tim Inggris Chris Adcock-Gabrielle Adcock di babak final dengan skor 18-21, 21-11, 21-14 di final.

Pada tahun 1971, pendahulu mereka Wolfgang Bochow dan Marieluise Wackerow memenangkan gelar yang sama.

Petenis peringkat 17 dunia itu sebelumnya berhasil mengalahkan Marcus Ellis-Lauren Smith dari Inggris, dalam sejarah turnamen Tim Jerman mereka menjadi yang kedua.

Lamsfuss dan Herttrich bersumpah setelah kemenangan tersebut mereka tidak berpuas diri, karena mereka mengarahkan pandangan mereka dengan kuat untuk mengulangi kesuksesan mereka di kejuaraan masa depan dengan saingan yang lebih kuat.

Penampilan di lapangan terasa tidak bersemangat karena sembilan dari 10 pasangan teratas dunia dari Asia tidak ikut ambil bagian dalam pertemuan tersebut karena pandemi virus corona.

Nomor 9 dunia Ellis-Smith adalah satu-satunya pasangan 10 teratas dalam pertarungan.

Untuk menjadi yang terbaik, Lamsfuss mengatakan mereka harus mengalahkan kelas berat Asia.

“Tentu saja tidak,” Jawab Lamsfuss ketika ditanya apakah kemenangan ‘tidak bisa lebih baik dari itu’ dalam sebuah wawancara dengan media Badminton Eropa.

“Kami akan memiliki beberapa pasangan lain dari Asia berikutnya. Tentu saja kami senang, tapi kami harus melawan pasangan Asia yang sangat hebat ini. ”

Lamsfuss-Herttrich, yang sempat memenangkan kejuaraan Swiss Open 2018 untuk gelar Tur Dunia lainnya, memiliki catatan yang buruk saat berhadapan dengan rival top Asia.

Mereka hanya mengalahkan Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti, peringkat 4 dunia, pada babak pembukaan Indonesia Terbuka tahun lalu dari 10 pasangan teratas dunia saat ini.

Total lima kali kekalahan yang dialami Lamsfuss-Herttrich, yaitu saat melawan petenis nomor 7 dunia Malaysia Chan Peng Soon-Goh Liu Ying dan No. 12 Goh Soon Huat-Shevon Lai Jemie.

Namun, mereka menang melawan petenis peringkat 11 dunia Tan Kian Meng-Lai Pei Jing di babak 16 besar Jepang Open tahun lalu.

By Etho

error: