Kam. Okt 22nd, 2020

Pihak PBSI terus berusaha untuk memantau kesehatan para atlet pelatnas di tengah-tengah pandemi Virus Corona seperti sekarang ini. Contohnya, belum lama mereka melakukan test swab pada para Atlet, termasuk diantaranya Jonathan Christie.

Test yang dilakukan pada Jum’at kemarin (4/09) tersebut merupakan test kelima yang dilakukan Jonathan Christie dan Atlet lainnya. Hanya saja, perbedaannya pada test Swab kali ini metodenya tidak sama.

Jika pada empat test sebelumnya memakai rapid test, PBSI sekarang memilih metode swab test atau PCR demi mendapat hasil yang lebih akurat. Jonathan Christie sendiri dengan senang hati melalukan test tersebut.

Pria yang akrab disapa dengan sebutan ‘Jojo’ tersebut menangkap keseriusan dari PBSI untuk memantau kesehatan para atletnya.

“Menurut saya ini bagus supaya tahu kondisi atlet, terlepas apapun hasilnya. Semoga semua negatif, kalaupun misalnya ada yang positif kan bisa segera diambil tindakan medis, supaya bisa menahan penyebarannya,” kata Jonatan.

TIDAK NYAMAN SAAT TEST SWAB

Diantara test lain, Test Swab memang paling direkomendasikan karena hasilnya lebih akurat dibandingkan Rapid Test. Kendait begitu, test Swab ini menimbulkan rasa tidak nyaman bagi orang yang melakukannya.

Pasalnya, test Swab ini dilakukan dengan cara mengambil sampel lendir di bagian belakang hidung atau rongga mulut. Tenaga medis nantinya akan memasukkan alat yang bentuknya mirip dengan Cotton Bud ke lubang hidup dalam sampai hampir mencapai mata untuk mengambil sampel lendir.

Jojo sendiri mengakui bahwa test swab ini tidak nyaman, dia merasakan bagaimana alat tersebut saat ditusukkan ke dalam lubang hidung dalam.

“Rasanya nggak nyaman waktu di-swab hidung kiri dan kanan, kayaknya langsung ada yang naik ke kepala,”

“Swab di tenggorokan juga nggak nyaman, tapi yang di hidung yang lebih terasa. Tapi nggak apa-apa demi kesehatan dan keselamatan kita semua. Bisa ditahan rasa nggak nyamannya kok,” lanjutnya menegaskan.

TEST CORONA JADI SYARAT SEBELUM BERMAIN DI TURNAMEN

Tes secara periodik menjadi sarana penting bagi atlet untuk kembali turun dalam sebuah turnamen.

Para atlet harus menjalani test paling tidak tiga hari sebelum berangkat ke Turnamen, dan mereka baru mendapatkan izin berangkat jika hasilnya negatif.

error: