Jum. Okt 30th, 2020
Ini Alasan BWF Tunda Semua Turnamen Bulu Tangkis di Sisa Tahun 2020

Turnamen Bulutangkis – BWF selaku Asosiasi Bulutangkis Dunia belum lama coba menjelaskan alasan dibalik keputusan mereka menunda semua kompetisi bulutangkis yang harusnya berlangsung di sisa tahun 2020 ini, termasuk diantaranya Thomas dan Uber Cup 2020.

Memang, ada banyak sekali turnamen bulutangkis di tahun 2020 ini yang harus tertunda. Thomas dan Uber Cup, Denmark Open 2020 termasuk juga ditunda oleh pihak BWF sendiri selaku penyelenggara kompetisi.

Perlu diketahui, khusus untuk ajang Thomas dan Uber Cup 2020 sudah tiga kali ditunda. Keputusan terbaru, Turnamen tahunan bulutangkis dunia ini baru akan digelar di tahun 2021 mendatang.

KEPUTUSAN TERBAIK DI TENGAH PANDEMI

BWF Sendiri memiliki alasan dibalik keputusan mereka menunda pergelaran Bulutangkis di sisa tahun 2020 ini. Dijelaskan Poul-Erick Houyer selaku Presiden BWF bahwa untuk sekarang ini, saat pandemi sedang merajalela, menunda turnamen adalah keputusan terbaik.

“Melihat tantangan yang kami hadapi, keputusan penundaan adalah solusi terbaik dalam situasi saat ini.”

“Saya yakin dengan protokol keselamatan yang sudah kami siapkan, tiga turnamen bulu tangkis siap kembali dimulai pada 2021,” jelasnya dalam konferensi pers.

Serangkaian turnamen Bulutangkis BWF di tahun 2021 nanti akan dimulai dengan tiga kompetisi, antara lain Asia Open I dan Asia Open II dan BWF World Finals 2020.

Tiga turnamen tersebut sendiri rencananya akan digelar di Kota Bangkok, Thailand.

Awalnya, ketiga kompetisi tersebut baru akan digelar mulai November mendatang, tapi BWF sepakat untuk mengundurkan kompetisinya sampai November 2021 nanti.

Pemerintah Thailand berdalih bahwa mereka butuh waktu lebih lama untuk menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Virus Corona. Tujuannya adalah agar para atlet yang berpartisipasi bisa merasa terjamin kesehatan dan keselamatan.

KEMBALI DIKRITIK

Namun demikian, keputusan penundaan ini lagi-lagi memunculkan kontrak dari sejumlah pihak, termasuk dari atlet pertandingan bulutangkis asal Denmark, Anders Antonsen.

“Apakah kita harus menunggu vaksin untuk bisa bertanding lagi? Buatlah aturan yang paling aman untuk menggelar turnamen. Siapapun bisa hadir. Jika tidak, olahraga akan layu dan mati,” kata Antonsen.

error: