Kam. Okt 22nd, 2020

Tak lama berselang setelah memutuskan mundur dari turnamen Thomas dan Uber Cup 2020, Indonesia juga memilih mundur dari pencalonan tuan rumah Turnamen Bulu Tangkis seri Asia.

Persatuan Bulu Tangkis Se-Indonesia alias PBSI belakangan diketahui cukup giat mempersiapkan para atlet untuk ikut serta di ajang Thomas dan Uber Cup 2020. Bahkan, mereka telah menggelar Turnamen Simulasi untuk kompetisi Internasional tersebut.

Tak heran jika banyak yang terkejut ketika akhir pekan kemarin, PBSI mengumumkan bahwa Indonesia telah mundur dari Turnamen tersebut.

Namun alasannya terbilang masuk akal, PBSI secara matang memikirkan nasib para atlet terkait dengan wabah Virus Corona yang masih jadi pandemi secara global saat ini.

Yang tak kalah mengejutkan, selang beberapa hari saja, Indonesia mundur dari pengajuan diri menjadi tuan rumah turnamen Bulu Tangkis seri Asia.

MASUK PERTIMBANGAN BWF

Keputusan ini cukup disayangkan, mengingat BWF sangat mempertimbangkan Negara kita untuk jadi tuan rumah di tiga turnamen Asia, antara lain Asia Open I, Asia Open II dan BWF World Tour Finals 2020.

Pada rencana awalnya, ketiga turnamen tersebut akan diselenggarakan secara berdekatan pada Bulan November 2020 mendatang.

TIDAK BERDAYA OLEH COVID-19

Tapi apa mau dikata, pemerintah kita memang benar-benar tidak berdaya di tengah pandemi Virus Corona yang penyebarannya masih tergolong masif. Apalagi DKI Jakarta juga sudah menerapkan aturan PSBB yang ketat, dimana hal tersebut memperumit situasinya.

Masifnya angka pertambahan kasus Covid-19 di Indonesia bahkan sampai membuat 59 Negara yang melarang warga mereka untuk berkunjung ke Indonesia. Bukan hanya karena angka pertumbuhan kasus yang tinggi, tapi buruknya tingkat pelayanan kesehatan di Negara Kita.

“Melihat reaksi dari calon negara peserta, BWF kelihatannya akan menarik penawarannya dari Indonesia sebagai tuan rumah turnamen seri Asia, karena itu kami mengambil sikap untuk segera membatalkan rencana jadi tuan rumah, ” kata Budi dalam rilis PBSI.

Adapun, pihak PBSI juga sudah mengirimkan surat resmi kepada Menpora Zainudin Amali mengenai keputusan tersebut. Mereka juga telah membatalkan pemesanan gedung yang rencananya akan digunakan untuk menggelar turnamen.

error: