Sab. Okt 24th, 2020
Demi Kebaikan Bersama, Piala Thomas dan Uber Cup Sebaiknya Ditunda

Apriyani Rahayu, Atlet Bulu Tangkis Indonesia ini menyarankan supaya WBF kebali mempertimbangkan keberlangsungkan Turnamen Thomas dan Uber Cup 2020. Menurutnya, di tengah pandemi covid-19, keselamatan bersama adalah yang terpenting.

Apriyani meminta BWF (Badminton World Federation) tidak perlu memaksakan diri untuk bisa melangsungkan turnamen tersebut. Bukan bermaksud agar kompetisi ditiadakan, hanya saja waktunya yang dimundurkan karena dirasa tidak tepat.

BANYAK NEGARA YANG MENGUNDURKAN DIRI

Apalagi, faktanya sudah ada banyak negara yang telah mengundurkan diri dari partisipasinya di ajang Thomas dan Uber Cup 2020. Mulai dari Taiwan, Australia, Korea Selatan, Thailand dan lainnya, bahkan Indonesia sendiri juga sudah mengundurkan diri.

“Menurut saya ditunda saja karena kondisi juga tidak memungkinkan kalau (dalam waktu) dekat ini. Jadi ditunda sambil menunggu keadaan nanti,” kata Apriyani kepada detikSport.

Sejatinya, Thomas dan Uber Cup 2020 sempat tertunda, dimana pada awalnya kompetisi ini berlangsung pada 14 sampai 24 Mei lalu di Aarhus, Denmark.

Akan tetapi, BWF kemudian menunda turnamen tersebut sampai 15-23 Agustus, tapi karena pandemi belum kunjung mereda akhirnya jadwal dimundurkan lagi sampai 3-11 Oktober 2020.

Hanya saja, belum ada konfrmasi lebih lanjut, tentang apakah turnamen akan dilanjutkan atau tidak.

KESELAMATAN SEMUA ORANG JADI PRIORITAS UTAMA

Keputusan PBSI untuk mengundurkan diri dari ajang Turnamen Thomas dan Uber Cup 2020 ini dianggap sebagai langkah yang tepat oleh Apriyani. Menurut dia itu memang keputusan terbaik bagi semua pihak.
“(Khawatir) pasti. (Makanya) tepat banget (mundur) karena kondisinya juga masih seperti ini. Kami atlet juga tidak mau memaksakan,” ujar pemain berusia 22 tahun ini.

Jelas tidak mudah bagi atlet melewatkan turnamen kelas Internasional seperti Thomas dan Uber Cup ini. Kendati begitu, yang bersangkutan tetap legawa karena bagaimanapun ini semua demi keselamatan para atlet.

“Dibuat enjoy saja, mbak, untuk melakukan semuanya. Mau bagaimana lagi, kan untuk kebaikan bersama juga.” Tandasnya.

Sebelum Apriyani, sebenarnya ada banyak suara sumbang yang menyarankan BWF untuk meninjau kembali jadwal turnamen ini.

error: