Sen. Okt 26th, 2020
Laurencia Wiratama Anak Susi Susanti

Infobadminton.com – Berita Bulutangkis – Ungkapan buah tidak jatuh dari pohonnya dianggap selalu berlaku bagi siapa saja termasuk bagi orangtua yang berkarir sebagai olahragawan/olahragawati. Banyak yang berkarir sebagai seorang atlet, mengikuti jejak sang ayah/ibu. Di dunia bulutangkis, hal ini juga cukup sering berlaku dan membentuk dinasti olahraga yang berisi sejumlah atlet yang dulunya sempat berkarir di dunia yang sama dan berasal dari olahraga yang sama.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi Laurencia Avenia Wiratama, anak perempuan dari pasangan Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma. Keduanya dikenal sebagai pemain bulutangkis legendaris yang telah berprestasi di kancah internasional. Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma sukses memberikan medali emas bagi timnas Indonesia di Olimpiade 1996. Dengan begitu, keduanya dikenal sebagai pemain bulutangkis yang fenomenal.

Ternyata, Laurencia nyaris menjadi pemain bulutangkis. Memiliki darah pemain bulutangkis dari sang ibu dan ayah membuat Laurencia juga menekuni bidang yang sama. Saat masih kecil, ia pernah berlatih bulutangkis bersama sang kakek, Albertus Edward Wiratama. Saat itu, Laurencia dan ketiga adiknya juga menekuni bulutangkis. Tapi, Laurencia sempat mengeluhkan kesulitannya saat bermain. Karena itu, ia sempat mengatakan tidak ingin berlatih.

Namun, Susi Susanti dan Alan Budikusuma memberikan kebebasan bagi sang anak dalam menekuni olahraga tersebut. Susi mengatakan bahwa ia tidak memaksa sang anak untuk menekuni bidang yang sama, tapi ia berharap agar Laurencia bisa fokus dalam mengembangkan kemampuannya. Meski kesulitan, ia diminta untuk terus menekuni karena siapa tahu, kemampuannya bisa berkembang dengan baik sehingga ia bisa menjadi pemain yang lebih baik untuk selanjutnya.

Laurencia bahkan sempat bergabung dengan PB Astec yang merupakan milik dari Susi Susanti dan Alan Budikusuma. Ia bahkan juga nyaris bergabung dengan PB Djarum. PB Djarum menawarinya, tapi Laurencia buru-buru menolak karena ia tahu keinginannya belum kuat sehingga ia menangguhkan keinginannya lebih dulu dan fokus ke bagian akademis. Meski demikian, pihak orangtua dari Laurencia mengaku tidak mengkritik keinginan sang anak karena ia paham akan keinginan sang anak untuk lebih fokus ke dunia akademis.

error: