Sen. Okt 26th, 2020
Piala Thomas dan Uber 2020

Berita Turnamen Badmiton – Masa pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun ini masih belum bisa teratasi dengan baik walau sudah melakukan masa pembatasan besar-besar atau physical distancing di beberapa tempat di dunia. Akan tetapi, hasilnya belum sesuai dengan harapan.

Pihak Badminton World Federation adalah federasi dalam bulutangkis dunia yang sudah resmi membatalkan berbagai turnamen badminton dunia, setelah turnamen terakhir yang berlangsung adalah All England 2020 di Maret lalu.

Pihak BWF juga merilis pernyataan bahwa turnamen dapat kembali dimulai per Agustus 2020 ini, namun untuk turnamen badminton dunia di bulan ini pada akhirnya batal dilaksanakan karena pendemi yang masih diwaspadai.

Yang terakhir adalah bahwa BWF merilis pernyataan dalam situs resminya terkait batalnya empat turnamen yang sejatinya dilaksanakan di bulan September ini. Diantaranya adalah Taipei Open, Korea Open, China Open hingga Japan Open 2020.

”Keputusan yang diambil sehubungan dengan beberapa turnamen yang tidak dilaksanakan tersebut semata-mata untuk melindungi semua pihak dari penyebaran Covid-19. Kami menjaga para pemain, penonton, hingga semua yang terlibat. Jelas kami kecewa karena tidak bisa melaksanakan turnamen tersebut. Kini, yang terpenting adalah keselamatan semua pihak yang ada di sekitar kami,” papar Thomas Lund, Sekretaris Jenderal pihak BWF.

turnamen badminton dunia

Lund juga mengungkapkan apresiasinya pada tiap usaha dan kerja keras anggota asosiasi dalam tiap penyelenggaraan dengan penuh kesabaran dan komitmen. “Kami juga mendukung para penggemar yang setia menanti turnamen.

Sampai kini, pihak BWF berusaha dengan keras supaya ada beberapa turnamen yang bisa dimainkan, tapi dengan adanya protokol kesehatan yang sudah diterapkan sesuai dengan ajuran World Health Organization, otoritas kesehatan dan peraturan perjalanan domestik atau internasional maka pihak federasi lebih mematuhinya.

Sementara itu, pengurus PBSI sudah menanggapi keputusan tersebut. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto menuturkan jika turnamen tersebut sebenarnya jadi bagian yang penting untuk para atlet yang tergabung dalam Piala Thomas dan Uber 2020 di Denmark, Oktober nanti.

”Sangat disayangkan karena hal ini merugikan untuk dunia bulutangkis, apalagi untuk para atlet kami. Namun, dengan masalah pandemi di dunia yang belum dapat diatas, maka seharusnya kami menaatinya,” ujar Budiharto.

Di sisi lain, status pelaksanaan Piala Thomas dan Uber masih belum ada perubahan. BWF masih belum melakukan perubahan atau memberikan informasi sehubungan dengan turnamen badminton dunia itu.

”Kini kami menanti keputusan BWF terkait pelaksanaan Piala Thomas dan Uber di musim ini. Ini penting dalam menyiapkan atlet yang akan bertanding. Pelatihan sangat penting sebagai bentuk kesiapan dan kondisi mereka jelang kompetisi berat ini,” papar Budiharto menyudahi.

By Lala

error: