Rab. Okt 28th, 2020
Anthony Ginting Kembali Bangkit Setelah Kegagalan di All England

Infobadminton.comInfo Pemain – Anthony Sinisuka Ginting menunjukkan bahwa ia masihlah pemain yang harus diwaspadai ketika ia memenangkan kompetisi Mola TV PBSI Home Tournament.

Pemain berusia 24 tahun itu menggarisbawahi statusnya sebagai tunggal putra nomor satu Indonesia dengan mengalahkan pemain peringkat 18 dunia, Shesar Hiren Rhustavito dengan straight game 21-19 dan 21-15 di final pada Jumat (10/7) lalu.

Peraih medali emas Asian Games 2018, Jonatan Christie, harus mengundurkan diri lantaran kram dan harus memberikan tiket final secara cuma-cuma kepada Shesar.

Prestasi Anthony adalah respons sempurna terhadap kehancurannya di All England pada bulan Maret lalu.

Anthony pergi ke turnamen dengan banyak harapan karena ia telah mempertahankan gelar Indonesia Masters dan memimpin Indonesia untuk gelar Kejuaraan Beregu Asia di Manila pada bulan Februari, namun justru kalah dari Rasmus Gemke asal Denmark di babak pertama.

Sekarang setelah dia mendapatkan kembali bentuk performanya, Anthony berharap untuk membawa momentum ke BWF World Tour ketika musim dilanjutkan pada bulan September.

Peraih medali perunggu Asian Games itu disebut-sebut sebagai salah satu pesaing utama di Olimpiade Tokyo tahun depan karena ia secara konsisten memberikan perlawanan sengit pemain peringkat 1 dunia, Kento Momota dalam beberapa kesempatan.

Faktanya, Anthony adalah satu-satunya pemain yang pernah mengalahkan Jepang dalam 11 bulan terakhir. Dia menang atas Momota di perempat final French Open pada Oktober tahun lalu.

Dia juga meraih runner-up atas Momota pada tiga kesempatan tahun lalu, yakni di Singapura Open, China Open dan BWF World Tour Finals yang mengarah ke pertempuran sengit mereka dibandingkan dengan persaingan antara Lin Dan dan Lee Chong Wei.

Media Indonesia bahkan menciptakan persaingan mereka sebagai ‘MomoGi’, camilan berbahan jagung yang populer di Indonesia.

Meskipun Anthony hanya berhasil dengan empat kemenangan dalam 15 pertemuan mereka sejak 2015, perlu dicatat bahwa delapan kekalahannya berakhir dengan permainan game penentu.

error: